SELAMAT DATANG DI BLOGKU

Selamat datang di Blogku ini...............................
Dengan adanya blog ini saya hanya ingin menjalin tali silaturahim dengan siapapun tanpa pandang Ras,Agama,Suku,dan Golongan....marilah kita jadikan Blog sebagai sarana untuk "Toleransi dan Perdamaian"

jam

Jakarta

Senin, 13 Desember 2010

PERSAMAAN LCD




LCD NOKIA 1202/ 1203

LCD NOKIA 1600/ 1208/ 2126/ 1209/ 2310

LCD NOKIA 1661/ 1662/ 5030/

LCD NOKIA 2630/ 2600c/ 2680/ 2760

LCD NOKIA 3100/ 6100/ 3105/ 3120/ 6610/ 7210/ 7250/ 3200

LCD NOKIA 3110/ 3110c/ 3109c/ 3500/ 2680c/ 7070/ 2330/ 2323

LCD NOKIA 3220/ 6020/ 6235/ 7260/ 9300small/ 9500small
/ N90small/ 6021


LCD NOKIA 5000/ 3610f/ 3610a/ 5130/ 5220/ 5320/ 7100s
/ 7210s/ 6120c/ 6121c/ 6124c

LCD NOKIA 5200/ 6101/ 6102/ 6103/ 6085/ 6086/ 6060/ 6061
/ 7360/ 6070/ 6125/ 3155i/ 6155i/ 6080/ 6060/ 6151
LCD NOKIA 5300/ 6233/ 6275/ 7370/ 7280/ E50

LCD NOKIA 5700/ 5610/ E65/ 5630/ 6303/ 6110n/ 6220c
/ 6500s/ 6600s/ 6720/ 6730c


LCD NOKIA 5800 / N97 Mini / X6 / 5233/ 5230 /C5 /5330

LCD NOKIA 6030/ 2255/ 2610/ 2626/ 5240i

LCD NOKIA 6131/ 6133/ 6267/ 6290/ 7390 complete

LCD NOKIA 6270/ 6280/ 6822/ 6265

LCD NOKIA 6300/ 3600s/ 6120c/ 6000/ 5320/ 8600 luna
/ E51/E91 outside/ 7500/ 5310/ E50/ E90 outside/ 6500c
LCD NOKIA E65/ 5610/ 5700/ 6110/ 6110n/ 6500s

LCD NOKIA E71/ E63/ E72

LCD NOKIA E71/E72/E63

LCD NOKIA N70/ N72/ 6680

LCD NOKIA N71/ N73/ N93

LCD NOKIA N76/ N75/ N81/ N93i

LCD NOKIA N82/ E66/ E75/ 5730/ N78/ N79

LCD NOKIA N95 8G/ N96
LCD SE F305/ W395
LCD SE G700/ G900
LCD SE K200/ K200i/ K220/ K220i
LCD SE K310/ K320/ W200
LCD SE K530/ W660
LCD SE K550/ W610
LCD SE K600/ K608
LCD SE K610/ K618
LCD SE K750/ W800
LCD SE K800/ K790/ W830/ W850
LCD SE M600/ W950
LCD SE S500/ W580

mudah2an bermanfaat Gan...........^_^

Kamis, 02 Desember 2010

SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARAM 1432 H


palestin2Diawali dari Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.
Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558. (sumber wikipedia)
Marilah kita sambut 1 muharam 1432 H agar lebih baik dari tahun2 sebelumnya.........Amin

Kamis, 18 November 2010

IBRAHIM,ISMAIL DAN HIKMAH QURBAN

Kita pernah dibuat takjub oleh peristiwa pengurbanan Ismail, anak Ibrahim. Anak saleh dalam kisah dramatis itu menjadi contoh teladan yang cerita tentang kesabaran dan keikhlasannya senantiasa diperbincangkan di setiap waktu. Al-Qur’an menceritakan dan memuji kesabarannya, malaikat dibuat terhenyak haru dengan kesabaran sekaligus keikhlasan sang ayah, Ibrahim, ketika akan menunaikan titah Tuhan, menyambelih anaknya sendiri. Iblis pun sepertinya “dibuat ampun” dengan keteguhan hati ayah dan anak itu. Manuver-manuver godaannya lalu dipatahkan begitu saja dengan lemparan batu Ibrahim AS. Maka jadilah ritual “melontar jumrah” menjadi salah salah satu prosesi pelaksanaan ibadah haji. Konon itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap iblis. Cerita ini barangkali sudah sangat sering didengunkan sang khatib Idul Adha dari tahun ke tahun. Lebih jauh, Ibrahim dan Ismail bahkan menjadi simbolisasi kehidupan yang sarat dengan pengorbanan, cinta, kesabaran, dan keikhlasan.
Ibrahim mengajarkan kita sebuah cinta kasih, yang diimbangi dengan sikap pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa meyakini keberadaan Tuhan, berarti tunduk, pasrah, dan patuh pada keinginan yang satu. Beragama, berarti patuh pada beragam sistem nilai dan norma etis yang dilahirkan oleh Tuhan agama itu. Ismail, selain menjadi panutan anak saleh, ia juga mengajarkan kita sebuah kesabaran. Al-Qur’an, dalam salah satu ayatnya misalnya memberitakan, tatkala Ibrahim menceritakan mimpinya kepada Ismail, yang berarti perintah dari Tuhan untuk menyembelihnya, maka ismail pun berkata: yaa abati if’al maa tu’maru satajidunii insyaa allahu minasshaabiriin, “kerjakan perintah itu, wahai ayahku, insya Allah engkau akan mendapatiku berada dalam golongan orang-orang yang sabar.” Sabar, dalam arti yang lebih dalam, menjadi sesuatu yang sangat luar biasa, yang mampu membuat segenap jiwa lebih tegar dalam menghadapi setiap persoalan dan cobaan.
Ibrahim dan Ismail, bukan sekadar cerita. Sosok ayah dan anak itu bahkan membiaskan kita akan sebuah tradisi tertentu di setiap tahun, di mana kita harus merenungi penyakit kemiskinan yang semakin kronis di negeri kita ini. Fenomena idul adha, seperti kita lihat di media massa, acapkali diwarnai dengan perebutan daging antar orang-orang miskin. Di setiap tahun, di berbagai tempat, rakyat-rakyat miskin yang “lapar” itu harus berkumpul, antri, panas, gerah, mengomel, bahkan memaki dan bertengkar antar sesamanya demi sekantong daging kurban. Masyarakat kaya yang melihatnya juga tidak heran. “Biasa, orang miskin kok…” barangkali begitu ucapnya, sambil mungkin mengelus perutnya yang kembung kekenyangan karena daging. Perayaan kurban, pembagian zakat, seharusnya menjadi moment di mana para penguasa mengukur betapa dalamnya jurang kemiskinan di negeri ini.
Ibrahim dan Ismail, bukan sekadar cerita. Kisahnya memberikan sebuah pelajaran berharga untuk kita, tentang betapa mahalnya tubuh seorang manusia untuk dikurbankan. Di saat umat lain di beberapa wilayah menjadikan manusia sebagai kurban sang dewa, di suatu tempat di jazirah arab, justru lahir tradisi pengurbanan yang berbeda. Di saat masyarakat Mesir menceburkan gadis perempuannya ke Sungai Nil untuk dijadikan kurban, masyarakat romawi harus membunuh lalu mengambil hati dan jantung beberapa pemuka masyarakatnya untuk dipersembahkan kepada dewa, Allah SWT pun menghadirkan cerita Ibrahim dan Ismail-Nya. Sebuah cerita tentang “konversi” dari manusia ke hewan dalam praktek kurban. Skenario Tuhan yang agung itu memberikan hikmah kepada kita, bahwa manusia tidak perlu mengorbankan sesamanya untuk dijadikan sesembahan tuhan. Bahwa Tuhan yang maha kaya itu, tidak butuh daging hambanya. Ia telah kaya dengan sendirinya. Kalaupun hewan itu harus kita kurbankan, toh dagingnya untuk kita nikmati sendiri. Sungguh bijak Tuhan kita. Beda dengan tuhan-tuhan lain. Karena tuhan-tuhan lain selalu butuh kurban, harus dimanjakan, mereka pun mampus dilindas oleh kedigdayaan dan kebesaran Tuhan kita. Karena itu, sayangi dan hargalah Tuhanmu, Tuhanku, dan Tuhanta’ semua. Wallahu a’lam bisshawab.(sumber:google)

Minggu, 31 Oktober 2010

POSITIF THINKING AND POSITIF CHANGE


Positif Thinking yang dalam bahasa pribuminya sama dengan berpikir positif adalah sebuah sikap atau prilaku, serta cara pandang seseorang yang selalu positif dalam mensikapi kehidupan ini. Prilaku Orang seperti ini akan membawa sifat yang baik meski dalam kenyataannya dia belum mencapai apa yang menjadi tujuannya. Dengan Berpikir dan bersikap positif dalam segala hal maka jalan yang akan di lalui menjadi lebih ringan dari beban yang sebenarnya.
Positif Thinking hanyalah merupakan modal dasar seseorang dalam kehidupan, karena dengan semakin kompleknya masalah yang kita hadapi apabila hanya berpikir positif saja tidaklah cukup. Selanjutnya setelah berpikir positif kita harus positif Change atau berubah menjadi semakin baik. Dalam bahasa Agama dijelaskan ” Ketika hari ini menjadi lebih baik dari kemarin maka termasuk yang beruntung, Ketika hari ini sama dengan kemarin maka termasuk kategori merugi dan apabila hari ini lebih jelek dari kemarin maka termasuk yang Bangkrut”.
Semua orang pada dasarnya selalu menginginkan hari ini menjadi lebih baik dari kemarin. Akan tetapi dalam kenyataannya mereka tidak meyadari dengan apa yang dilakukan dan dijalaninya ternyata tidak berbeda dengan yang kemarin maka tujuan perubahannya tidak akan pernah tercapai. Contoh kecil seseorang pengin hidupannya menjadi lebih baik dari segi ekonomi tapi usaha yang dilakukan itu-itu saja tidak ada inovasi atau cara baru yang diperbuatnya untuk mencapai tujuan, maka hasilnya pastilah tidak akan berbeda dari sebelumnya.
Perubahan yang sedang terjadi di sekeliling kita tidak lah cukup hanya kita sikapi dengan pikiran yang posiitif, tapi perlu kita lakukan sebuah perubahan yang lebih baik, sekecil apapun perubahan yang kita lakukan yakinlah bahwa itu akan menjadi lebih baik.

Senin, 25 Oktober 2010

SEJARAH SUKU BADUY

Menyimak cerita rakyat khususnya di wilayah Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak umumnya sewilayah Banten maka suku Baduy berasal dari 3 tempat sehingga baik dari cara berpakaian, penampilan serta sifatnyapun sangat berbedaI. Berasal dari Kerajaan Pajajaran / BogorKonon pada sekitar abad ke XI dan XII Kerajaan Pajajaran menguasai seluruh tanah Pasundan yakni dari Banten, Bogor, priangan samapai ke wilayah Cirebon, pada waktu itu yang menjadi Rajanya adalah PRABU BRAMAIYA MAISATANDRAMAN dengan gelar PRABU SILIWANGI.
Kemudian pada sekitar abad ke XV dengan masuknya ajaran Agama Islam yang dikembangkan oleh saudagar-saudagar Gujarat dari Saudi Arabia dan Wali Songo dalam hal ini adalah SUNAN GUNUNG JATI dari Cirebon, dari mulai Pantai Utara sampai ke selatan daerah Banten, sehingga kekuasaan Raja semakin terjepit dan rapuh dikarenakan rakyatnya banyak yang memasuki agama Islam. Akhirnya raja beserta senopati dan para ponggawa yang masih setia meninggalkan keraan masuk hutan belantara kearah selatan dan mengikuti Hulu sungai, mereka meninggalkan tempat asalnya dengan tekad seperti yang diucapkan pada pantun upacara Suku Baduy “ Jauh teu puguh nu dijugjug, leumpang teu puguhnu diteang , malipir dina gawir, nyalindung dina gunung, mending keneh lara jeung wiring tibatan kudu ngayonan perang jeung paduduluran nu saturunan atawa jeung baraya nu masih keneh sa wangatua”

Artinya : jauh tidak menentu yang tuju ( Jugjug ),berjalan tanpa ada tujuan, berjalan ditepi tebing, berlindung dibalik gunung, lebih baik malu dan hina dari pada harus berperang dengan sanak saudara ataupun keluarga yang masih satu turunan “

Keturunan ini yang sekarang bertempat tinggal di kampong Cibeo ( Baduy Dalam )

dengan cirri-ciri : berbaju putih hasil jaitan tangan ( baju sangsang ), ikat kepala putih, memakai sarung biru tua ( tenunan sendiri ) sampai di atas lutut, dan sipat penampilannya jarang bicara ( seperlunya ) tapir amah, kuat terhadap Hukum adat, tidak mudah terpengaruh, berpendirian kuat tapi bijaksana.

II. Berasal dari Banten Girang/Serang

Menurut cerita yang menjadi senopati di Banten pada waktu itu adalah putra dari Prabu Siliwangi yang bernama Prabu Seda dengan gelar Prabu Pucuk Umun setelah Cirebon dan sekitarnya dikuasai oleh Sunan Gunung Jati, maka beliau mengutus putranya yang bernama Sultan Hasanudin bersama para prajuritnya untuk mengembangkan agama Islam di wilayah Banten dan sekitarnya. Sehingga situasi di Banten Prabu Pucuk Umun bersama para ponggawa dan prajurutnya meninggalkan tahta di Banten memasuki hutan belantara dan menyelusuri sungai Ciujung sampai ke Hulu sungai , maka tempat ini mereka sebut Lembur Singkur Mandala Singkah yang maksudnya tempat yang sunyi untuk meninggalkan perang dan akhirnya tempat ini disebut GOA/ Panembahan Arca Domas yang sangat di keramatkan .

Keturunan ini yang kemudian menetap di kampung Cikeusik ( Baduy Dalam ) dengan Khas sama dengan di kampong Cikeusik yaitu : wataknya keras,acuh, sulit untuk diajak bicara ( hanya seperlunya ), kuat terhadap hukum Adat, tidak mudah menerima bantuan orang lain yang sifatnya pemberian, memakai baju putih ( blacu ) atau dari tenunan serat daun Pelah, iket kepala putih memakai sarung tenun biru tua ( diatas lutut ).

III. Berasala dari Suku Pangawinan ( campuran )

Yang dimaksud suku Pengawinan adalah dari percampuran suku-suku yang pada waktu itu ada yang berasal dari daerah Sumedang, priangan, Bogor, Cirebon juga dari Banten. Jadi kebanyakanmereka itu terdiri dari orang-orang yang melangggar adat sehingga oleh Prabu Siliwangi dan Prabu Pucuk Umun dibuang ke suatu daerah tertentu. Golongan inipun ikut terdesak oleh perkembangan agama Islam sehingga kabur terpencar kebeberapa daerah perkampungan tapi ada juga yang kabur kehutan belantara, sehingga ada yang tinggal di Guradog kecamatan Maja, ada yang terus menetap di kampong Cisungsang kecamatan Bayah, serta ada yang menetap di kampung Sobang dan kampong Citujah kecamatan Muncang, maka ditempat-tempat tersebut di atas masih ada kesamaan cirikhas tersendiri. Adapun sisanya sebagian lagi mereka terpencar mengikuti/menyusuri sungai Ciberang, Ciujung dan sungai Cisimeut yang masing-masing menuju ke hulu sungai, dan akhirnya golongan inilah yang menetap di 27 perkampungan di Baduy Panamping ( Baduy Luar ) desa Kanekes kecamatan Leuwidamar kabupaten Lebak dengan cirri-cirinya ; berpakaian serba hitam, ikat kepala batik biru tua, boleh bepergian dengan naik kendaraan, berladang berpindah-pindah, menjadi buruh tani, mudah diajak berbicara tapi masih tetap terpengaruh adanya hukum adat karena merekan masih harus patuh dan taat terhadap Hukum adat.

Dari suku Baduy panamping pada tahun 1978 oleh pemerintah diadakan proyek PKMT ( pemukiman kembali masyarakat terasing ) yang lokasinya di kampung Margaluyu dan Cipangembar desa Leuwidamar kecamatan Leuwidamar dan terus dikembangkan oleh pemerintah proyek ini di kampung Kopo I dan II, kampung Sukamulya dan kampung Sukatani desa Jalupangmulya kecamatan Leuwidamar .

Suku Baduy panamping yang telah dimukimkan inilah yang disebut Baduy Muslim, dikarenakan golongan ini telah memeluk agama Islam, bahkan ada yang sudah melaksanakan rukun Islam yang ke 5 yaitu memunaikan ibadah Haji.

Kini sebutan bagi suku Baduy terdiri dari :

1. Suku Baduy Dalam yang artinya suku Baduy yang berdomisili di Tiga Tangtu ( Kepuunan ) yakni Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana.

2. Suku Baduy Panamping artinya suku Baduy yang bedomisili di luar Tangtu yang menempati di 27 kampung di desa Kanekes yang masih terikatoleh Hukum adat dibawah pimpinan Puuun ( kepala adat ).

3. Suku Baduy Muslim yaitu suku Baduy yang telah dimukimkan dan telah mengikuti ajaran agama Islam dan prilakunya telah mulai mengikuti masyarakat luar serta sudah tidak mengikuti Hukum adat.

Adapun sebutan siku Baduy menurut cerita adalah asalnya dari kata Badui, yakni sebutan dari golongan/ kaum Islam yang maksudnya karena suku itu tidak mau mengikuti dan taat kepada ajaran agama Islam, sedangkan disaudi Arabia golongan yang seperti itu disebut Badui maksudnya golongan yang membangkang tidak mau tunduk dan sulit di atur sehingga dari sebutan Badui inilah menjadi sebutan Suku Baduy.

Minggu, 10 Oktober 2010

DEMOKRASI

Demokrasi iku wangun utawa mékanisme sistem pamaréntahan sawijining negara minangka upaya mujudaké kadhaulatan rakyat (kakuwasan warganegara) sadhuwuring negara kanggo dilaksanakaké déning pamaréntah negara kasebut.
Salah siji pilar demokrasi yakuwi prinsip trias politica sing mérang katelu kakuwasan pulitik negara (eksekutif, yudikatif lan legislatif) kangggo diwujudaké jroning telung jinis lembaga negara sing indepènden lan sajajar siji lan sijiné. Kasejajaran lan indepèndensi katelu jinis lembaga negara iki diperlokaké supaya katelu lembaga negara iki bisa silih ngawasi lan silih ngontrol adhedhasar prinsip checks and balances.

Kamis, 07 Oktober 2010

CINTA UNTUK WANITA

Carilah seorang pria yang memanggil mu cantik, bukan hot / sexy
Yang menelepon kembali ketika kamu menutup telpon
Yang mau tiduran di bawah bintang dan mendengar detak jantungmu
Atau mau tetap terbangun untuk melihatmu tidur
Tunggulah seorang laki-laki yang mencium dahimu
Yang mau memamerkan dirimu pada dunia ketika kamu sedang keringetan
Yang menggenggam tanganmu di depan teman-temannya
Yang menganggap kamu tetap cantik tanpa riasan
Seseorang yang selalu mengingatkan kamu, betapa besar kepeduliannya padamu
dan betapa beruntungnya dia memilikimu.........
Semoga menjadi motivasi untuk cintamu saudaraku

TOLERANSI

Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya.[1] Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.

Selasa, 05 Oktober 2010

10 KESALAHAN DALAM MENDIDIK ANAK

Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Maka, kita sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap amanah ini. Tidak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Sungguh merupakan malapetaka besar ; dan termasuk menghianati amanah Allah.

Adapun rumah, adalah sekolah pertama bagi anak. Kumpulan dari beberapa rumah itu akan membentuk sebuah bangunan masyarakat. Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pendidikan di rumah dan keluarganya. Ia merupakan prototype kedua orang tuanya dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, disinilah peran dan tanggung jawab orang tua, dituntut untuk tidak lalai dalam mendidik anak-anak.

BAHAYA LALAI DALAM MENDIDIK ANAK
Orang tua memiliki hak yang wajib dilaksanakan oleh anak-anaknya. Demikian pula anak, juga mempunyai hak yang wajib dipikul oleh kedua orang tuanya. Disamping Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua. Allah juga memerintahkan kita untuk berbuat baik (ihsan) kepada anak-anak serta bersungguh-sungguh dalam mendidiknya. Demikian ini termasuk bagian dari menunaikan amanah Allah. Sebaliknya, melalaikan hak-hak mereka termasuk perbuatan khianat terhadap amanah Allah. Banyak nash-nash syar’i yang mengisyaratkannya. Allah berfirman.

“Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya” [An-Nisa : 58]

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhamamd) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban terhadap yang dipimpin. Maka, seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]

“Artinya : Barangsiapa diberi amanah oleh Allah untuk memimpin lalu ia mati (sedangkan pada) hari kematiannya dalam keadaan mengkhianati amanahnya itu, niscaya Allah mengharamkan sorga bagianya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]

SEPULUH KESALAHAN DALAM MEDIDIK ANAK
Meskipun banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya.

Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu.

Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya ; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja.

Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

[1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak
Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.

Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.

[2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.
Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.

[3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong.
Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.

[4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak
Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.

[5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.

[6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.
Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.

[7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran
Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik

[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.
Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.

[9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.
Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.

[10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya
Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.

Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus menerus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdo’a, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah serta berakhlak mulia. Wallahu a’lam bishshawab.

Semoga bermanfaat bagi kita semua dan kita bisa mengamalkannya... amin...

KETIKA DIA TELAH PERGI

Sebagai bahan renungan buat para bapak / suami .........cerita ini pun berasal dari seorang bapak & seorang suami, (DISADUR DARI CATATAN SEORANG TEMAN)...............


4 thn lalu, kecelakaan telah merenggut orang yg kukasihi,sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, Dia pasti sedih krn sudah meninggalkan sorang suami yg tdk mampu mengurus rumah dan seorang anak kecil.

Begitulah yg kurasakan, krn selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tdk bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak aku , dan gagal utk menjadi ayah dan ibu utk anak aku .

hampir setiap hari, aku harus sgr berangkat ke kantor, sementara anak masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya.

Krn masih ada sisa nasi, jd aku menggoreng telur utk dia makan. Setelah memberitahu anakku yg masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke kantor.

Peran ganda yg kujalani, membuat energiku sangat terkuras. Suatu hari ketika pulang kerja aku merasa sangat lelah,. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, kemudian langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, saat merebahkan badan utk tidur sejenak.., tiba2 serasa ada sesuatu yg pecah dan tumpah seperti cairan hangat! kubuka selimut dan..... 1 mangkuk pecah dgn mie instan yg berantakan di seprai dan selimut!

Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yg sedang gembira bermain, dgn pukulan2! Dia menangis, tanpa meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

"Ayah, tadi aku lapar, tp tdk ada sisa nasi. Tp ayah blm pulang,jd aku masak mie. Aku ingat, ayah pernah mengatakan utk tdk menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas utk memasak mie. 1 utk ayah dan yg 1 lg utk aku .. Krn aku takut mie'nya akan dingin,jd aku menyimpannya di bawah selimut biar tetap hangat sampai ayah pulang. Tp aku lupa utk mengingatkan ayah krn aku sedang bermain ... aku minta maaf ... "

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... aku tdk ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dgn menyalakan shower di kamar mandi utk menutupi suara tangis aku . Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku , memeluknya dgn erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya utk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan krn rasa sakit di pantatnya, Tp krn dia sedang melihat foto bundanya...

1 thn berlalu, aku mencoba, dalam periode ini, utk memusatkan perhatian dgn memberinya kasih sayang seorang ayah sekaligus seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus TK.

Namun... blm lama, aku sudah memukul anakku lg , aku benar-benar menyesal....

Guru TK nya memberitahukan bahwa anakku absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tp ia tdk ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dgn gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dgn pukulan2. Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Ayah".

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yg diadakan oleh sekolah, krn yg diundang adalah siswa dgn ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya krn ia tdk punya ibu.....

Beberapa hari setelah penghukuman dgn pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu aku , bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis.. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya utk berlatih menulis, yg aku yakin, jika istri aku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat aku bangga juga!

Waktu berlalu dgn begitu cepat, 1 tahun telah lewat. Saat liburan tahun baru.. tiba-tiba kantor pos menelpon.-

Tp astaga, anakku membuat masalah lg...

Mereka marah2 memberitahu bahwa anaku mengirim beberapa surat tanpa alamat.

Walaupun aku sudah berjanji utk tdk pernah memukul anak aku lg, Tp aku tdk bisa menahan diri utk tdk memukulnya, krn aku merasa bahwa anak ini sudah keterlaluan. Tp seperti seblm nya, dia meminta maaf : "Maaf, Ayah..". Tdk ada tambahan satu kata pun utk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu aku pergi ke kantor pos utk mengambil surat-surat tanpa alamat tsb . Sesampai di rumah, dgn marah aku mendorong anak aku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalag i ini? Apa yg ada dikepalanya?

Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu utk bunda.....".

Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... Tp aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tp kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?"

Jawabannya : "Aku telah menulis surat buat bunda sejak dulu, Tp setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tdk dapat memposkan surat-suratku. Tp baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus".

Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tdk tahu apa yg harus aku lakukan, dan apa yg harus aku katakan ....

Aku bilang pada anakku, "Nak, bunda sudah berada di surga,jd utk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu utk bunda, cukup dgn membakar surat tsb maka surat akan sampai ke bunda. Setelah mendengar hal ini, anakku jd lebih tenang, dan bisa tidur dgn nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jd aku membawa surat-surat tsb ke luar, Tp .... aku jd penasaran utk tdk membuka surat tsb seblm mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati aku hancur......

Bunda sayang,

Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu utk hadir di pertunjukan tsb . Tp bunda tdk ada,jd aku tdk ingin menghadirinya juga. Aku tdk memberitahu ayah tentang hal ini krn aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lg .

Saat itu utk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari aku , setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, Tp aku tdk menceritakan alasan yg sebenarnya.

Bunda, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis dikamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat utk kita berdua, aku rasa. Tp bunda, aku mulai melupakan wajahmu.

Bisakah Bunda muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat bunda? Temanku bilang jika kau tertidur dgn foto orang yg kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tsb dalam mimpimu.. Tp Bunda, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tdk bisa berhenti krn aku tdk pernah bisa menggantikan kesenjangan yg tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri aku ....

Utk para suami, yg telah dianugerahi seorang istri yg baik, yg penuh kasih terhadap anak2mu, selalu berterima kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya utk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dgn segala kekurangan dan kelebihannya, krn apabila engkau telah kehilangan dia, tdk ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya...